Radar Cirebon Berita Korupsi

Radar Cirebon Berita Korupsi – Mantan pendamping desa yang terlibat penggelapan pajak dana desa telah ditangkap Kejaksaan Negeri Kirebon. -Andrey Viguna-.COM

CIREBON, .COM – Kejaksaan Negeri Cirebon akhirnya menangkap Mustofa (MF), mantan pendamping desa yang terlibat penggelapan pajak dana desa. Penangkapan terjadi pada 23 Agustus 2023 sekitar pukul 18.00 WIB.

Radar Cirebon Berita Korupsi

Radar Cirebon Berita Korupsi

Berdasarkan hasil penelusuran peneliti, tidak solid, dan perhitungan menunjukkan total kerugian akibat penghindaran pajak dana desa mantan pengawal itu berjumlah 3,5 miliar.

Bupati Nina Ajak Jauhi Korupsi

Bupati Cirebon Fajar Syahputra SH MH melalui Ketua Intel Ivan Yoko Wibowo mengatakan, tersangka berperan sebagai perantara pendamping desa setempat di berbagai kecamatan yang bertugas membayar pajak desa. .

Pada 2019-2021, yang bersangkutan memungut pajak dana desa di puluhan desa di wilayah Cirebon.

“Seharusnya pembayaran pajak ini dilakukan oleh pemerintah desa melalui bendahara desa, namun oknum tersebut memungut pajak dari dana desa dengan dalih bahwa pajak tersebut akan dibayarkan melalui pendamping desa,” kata Ivan.

“Proses ini memakan waktu yang sangat lama karena banyak desa penggelapan pajak, sekitar 82 desa, sehingga memakan waktu yang lama.”

Hut Ke 20 Partai Demokrat, Dimeriahkan Lomba Ps Antar Wartawan

“Hari ini setelah menghadirkan dua alat bukti, tersangka kami tangkap dan langsung ditahan di Rutan Kelas I Kirebon,” imbuhnya.

Ivan menjelaskan, pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung. Tak hanya tersangka, para saksi juga masih diperiksa sehingga menurutnya kasus ini akan terus bertambah.

“Saksi-saksi masih kami periksa, kasus ini masih kami kembangkan, dan mungkin saja terjadi hal-hal baru di kemudian hari berdasarkan perubahan yang dilakukan penyidik,” ujarnya.

Radar Cirebon Berita Korupsi

Menurut Ivan, pihaknya masih mendalami hal tersebut, dan sejauh ini baru ditemukan kerugian negara sebesar 3,5 miliar di 82 desa tersebut, menurut Ivan.

Wow! Kasir Pegadaian Cilimus Korupsi Emas Rp 1,7 M, Ditahan Kejari Kuningan

“Yang paling sulit adalah Anda harus memeriksa aktivitas dan pajak di desa item demi item.”

Nanti diketahui berapa pajak yang sudah dibayar dan berapa yang belum dibayar, sehingga penanganan kasus ini memakan waktu lama, jelasnya.

Menurut Ivan, saat ini dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, uang hasil penggelapan tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi atau keperluan pribadi tersangka.

“Atas perkembangan ini, nantinya kami akan melakukan upaya untuk menutupi kerugian negara. Oleh karena itu, kami akan mengamankan sementara aset tersangka,” jelasnya. .

Kerugian Negara Kasus Korupsi Bumdes Fiktif Sudah Dikembalikan, Aset Mantan Kades Cirebon Baru Dilacak!

CIREBON, .COM – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (S) Kota Cirebon diduga korupsi pembelian alat berat.

Atas inisiatif S dan R, kontraktor kini akan ditahan di Rutan Cirebon selama dua puluh hari ke depan untuk penyidikan lebih lanjut dugaan korupsi pengadaan alat berat oleh DPUTR Kota Cirebon.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon Umaryadi Sh.H. mengatakan, penyidik ​​telah menangkap tersangka berinisial S dan R.

Radar Cirebon Berita Korupsi

Para tersangka diduga korupsi pengadaan alat berat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perencanaan Daerah (DPUTR) Kota Cirebon.

Krisis Gejag Dan Optimisme Kita

Sumber pendanaan proyek tersebut berasal dari APBD Kota Cirebon. Akibat perbuatan tersangka, kerugian negara kurang lebih Rp 1 miliar, kata Kajari.

Dijelaskan, dalam kasus ini, peran PPK tersangka S dalam menetapkan spesifikasi teknis barang dan melaksanakan Penetapan Harga Sementara (HPS) serta penutupan kontrak disebabkan adanya penyalahgunaan wewenang.

Kedua tersangka akan ditahan di sel isolasi selama dua puluh hari ke depan, kata Umaryadi dalam keterangannya kepada media, Selasa, 20 Desember 2022.

Kajari yang kini diproses, mengatakan penyidik ​​masih memeriksa sekitar 17 saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk penyidikan lebih lanjut. CIREBON – Sembilan hari setelah menerima delegasi Polres Cirebon, Kejaksaan (Kejari) Kota Cirebon akhirnya menuntaskan kasus penuntutan. tersangka korupsi proyek perbaikan Jalan Rinjani-Jalan Bromo dan Jalan Mahoni. Jaksa selanjutnya menyerahkan berkas, dakwaan, dan bukti-bukti ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung. Camat Cirebon M. Sarifuddin mengatakan, penyerahan berkas akan dilakukan Kamis (14/3) mendatang. “Surat-suratnya sudah kami selesaikan. Insya Allah besok (hari ini,

Penindakan Korupsi Jangan Hanya Beri Efek Jera

. Sarifuddin menjelaskan, pihaknya menggelar pameran pada Selasa (12/3) lalu untuk pemeriksaan akhir sebelum serah terima. “Paparan kemarin hanya untuk membereskan saja, jadi tidak ada kesalahan atau apa pun

“Kami melakukan penyelidikan selangkah demi selangkah,” tambahnya. Dalam delegasi tersebut, Sarifuddin mengatakan materi perkara, dakwaan, dan bukti-bukti akan diserahkan. Sedangkan tersangka akan dimutasi menyusul keputusan Pengadilan Tipikor Bandung. “Pembebasan tersangka menunggu keputusan pengadilan. Setelah berkas diserahkan, akan ditetapkan majelis hakim. “Selanjutnya akan diumumkan status penahanan dan jadwal persidangan,” ujarnya. “Status dan status tahanan mungkin akan diumumkan dalam waktu seminggu. Biasanya ditangkap di Bandung di wilayah hukum Pengadilan Tipikor

Di Bandung,” imbuh Kajari. Sesuai putusan pengadilan tipikor, para tersangka akan diserahkan ke majelis hakim. Kajari memastikan pihaknya telah bekerja sama dengan Polres Kota Sirebon untuk membebaskan para tersangka. Kajari menambahkan, jaksa sudah didakwa 20 kasus korupsi proyek senilai 599 juta rupiah. Berhari-hari. Tapi dia tidak ingin persidangannya lama, jadi dia bisa ke pengadilan secepatnya. “Saya suruh dia segera selesaikan. Tidak butuh waktu lama.” “Satu minggu cukup,” ucapnya. Kajari menjelaskan, berkas tuntutan tersangka terbagi tiga. Satu berkas atas inisiatif YW atas nama tersangka PUPR Kota Cirebon selaku eks Kapolri. (PPK), satu berkas adalah tersangka S., Pensiunan PNS/mantan Kepala PUPR, Berfungsi sebagai Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK), dan satu berkas lagi adalah rancangan CV Rajawali sebagai pelaksana wasiat atas nama HS, DD dan K Sebelumnya , kelima tersangka diserahkan ke Kejaksaan Kota Cirebon pada Selasa (5/3) oleh penyidik ​​Polres Cirebon Kota (SICO).Para tersangka selanjutnya diamankan di Rutan Cirebon I. Dalam kasus ini, Chico Polisi memeriksa 33 saksi dari berbagai pihak, peneliti juga memperoleh perkiraan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (FDP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), serta perkiraan ahli konstruksi di Gunung Jati. Universitas (UGJ). . Dalam kasus ini, kerugian negara sebesar Rp205 juta. Kapolsek Kirebon Kota ACBP Roland Ronaldi mengatakan, penyidik ​​akan terus mendalami keterlibatan pihak lain. Nanti kita lihat perkembangan penyidikan dan fakta persidangan. Jadi, kehadiran tersangka lain yang tidak disebutkan namanya dalam persidangan nanti akan diproses, tegasnya. -Andriy Viguna – Radar Kirebon

Radar Cirebon Berita Korupsi

CIREBON, .COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon telah menerima uang jaminan sebagai ganti rugi dari tersangka Ribut, warga Desa Sirepatok, dalam kasus antikorupsi. Kecamatan Mundu.

Mudahkan Warga Cari Kerja, Pemkot Cirebon Luncurkan Aplikasi Lunga

Besaran uang jaminan yang diterima dari keluarga tersangka Ribut bin Mistam sebesar Rp1.200.000.000,00 (satu miliar dua ratus juta rupiah).

Fajar Syah Putra SH MH, Kepala Pejabat Daerah Wilayah Cirebon, melalui Kepala Intelijen Ivan Yoko Wibowo, penyidik ​​Kejaksaan Negeri Cirebon menjelaskan, kasus korupsi tersebut merupakan tindak pidana korupsi. ) Tahun 2021 Mundu Sirebon Gununjati Salah Satu Bank Cabang Desa Sirupatok Desa Sirupatok pada Senin 26 Juni 2023 menangkap Ribut bin Mistam dan tersangka Rona Nugraha.

“Uang jaminan ini tidak menghentikan pekerjaan yang kami lakukan. Sidang masih berjalan. Uang ini diserahkan oleh keluarga salah satu tersangka atas nama Ribut,” ujarnya.

Tersangka Ribut bin Mistam dan Rona Nugraha telah ditahan selama 20 (dua puluh hari) terhitung sejak tanggal 26 Juni 2023 oleh penyidik ​​Kejaksaan Cirebon.

Suami Kades Jadi Tersangka Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap

“Tetapi kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan kerugian negara akibat perbuatan pidana tersebut agar amanah undang-undang untuk memberantas tindak pidana korupsi dapat dilaksanakan sepenuhnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kabupaten Cirebon menangkap dua orang terkait kasus pinjaman usaha di BRI Unit Mundu, Bank Kabupaten Cirebon.

Keduanya merupakan warga Desa Sethupatok, Kecamatan Mundu, RN dan merupakan bankir yang memfasilitasi penyaluran RN, KUR.

Radar Cirebon Berita Korupsi

R sendiri dikenal sebagai pengusaha besar di Desa Setupatok, Bak merupakan aktor intelektual dalam kasus pencurian KUR di divisi BRI Mundu.

Korupsi Di Dputr Kota Cirebon, Eks Kepala Dinas Jadi Tersangka, Begini Kata Kejari

Selanjutnya pada tanggal 26 Juni 2023, Jaksa Penuntut Umum melakukan pemeriksaan tambahan terhadap kedua tersangka dan langsung dikembalikan ke Rutan Kelas I Cirebon berdasarkan surat perintah penangkapan: PRINT-01/M.2.29/Fd.1/06 26 /2023 tanggal Juni 2023 dan nomor: PRINT-02/M.2.29/Fd.1/06/2023 pada tanggal 26 Juni 2023 di Isolator Kelas I Kirebon 20 (dua puluh) mulai tanggal 26 Juni 2023 sampai dengan tanggal 15 Juli 2023.

Kepala Jaksa Penuntut Umum Kabupaten Cirebon Fajar Syahputra SH MH melalui Kepala Intel Ivan Yoko Wibowo menjelaskan, pinjaman usaha kepada masyarakat Desa Setupatok pada tahun 2021 ini dilakukan oleh BRI Divisi Mundu Cirebon Gununjati. .

Dari hasil pemeriksaan, Surah rupanya menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni R dan RN. Menurut Ivan, peran R adalah sebagai orang yang mengambil nama pinjaman KUR tersebut.

“Saat ini kami telah menangkap dua orang tersangka, R dan RN, yang keduanya berperan dalam tindak pidana yang merugikan negara,” kata Ivan.

Bupati Lampura Perintahkan Insepektorat Untuk Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Korupsi Kades Beringin

Menurut dia, besaran kerugian negara akibat perbuatan keduanya, berdasarkan hasil perhitungan, berjumlah Rp1.512.914.437,00.

Cara yang dilakukan tersangka R sendiri adalah dengan meminjam nama beberapa warga desa Setupatok untuk diajukan ke BRI sebagai calon peminjam melalui program KR, dengan bantuan RN tanpa agunan.

“Totalnya ada sekitar 34 judul

Radar Cirebon Berita Korupsi

Insiden 24 jam radar cirebon, loker radar cirebon, berita radar cirebon hari ini, kabar radar cirebon hari ini, lowongan radar cirebon, radar cirebon terbaru, radar cirebon berita kriminal, berita terkini radar cirebon, berita radar cirebon, radar cirebon, lowongan kerja radar cirebon, berita terbaru radar cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *